Sindhu akui peran penting ahli Indonesi pada langkah-langkah kebangkitan

Ibukota Indonesia – Tunggal putri India Pusarla V. Sindhu mengakui peran penting ahli jika Indonesia Irwansyah Adi Pratama di usahanya untuk bangkit juga menatap musim 2026 dengan motivasi baru.
Sindhu menyatakan kerja mirip dengan Irwansyah menghadirkan pendekatan berbeda, baik dari sisi teknis maupun mental, setelahnya ia melintasi musim 2025 yang dimaksud berat akibat cedera.
“Setiap kerja sejenis dengan instruktur baru terus-menerus menghadirkan perspektif lalu motivasi yang mana berbeda,” kata Sindhu seperti dilansir laman resmi BWF, Selasa.
“Kami bekerja untuk memperbaiki bervariasi aspek permainan, serta saya menikmati prosesnya.”
Juara bola 2019 itu mengakui musim tak lama kemudian berubah menjadi periode yang mana menantang. Sindhu hanya saja mampu mencapai perempat final pada beberapa orang kejuaraan besar, termasuk India Open 2025, Kejuaraan Global BWF 2025, lalu China Masters 2025, sebelum akhirnya menjalani pemulihan cedera kaki pada Oktober.
Namun, tanda-tanda kebangkitan mulai terlihat pada awal 2026 pasca Sindhu mencapai semifinal dan juga berada ke podium ketiga pada kejuaraan pembuka musim Super 1000 Negara Malaysia Open, pekan lalu.
“Pemulihan dari cedera membutuhkan waktu serta kesabaran. Fokus saya sekarang adalah meningkatkan kebugaran pada setiap kejuaraan dan juga merancang kepercayaan diri secara bertahap,” ujar Sindhu.
Selain memulai fase baru bersatu pembimbing Indonesia, Sindhu juga mengemban peran di luar lapangan sebagai Ketua Komisi Atlet Federasi Bulu Tangkis Bumi (BWF) untuk periode 2026–2029.
Meski demikian, Sindhu menegaskan fokus utamanya terus pada performa sebagai atlet.
“Saya ingin menyeimbangkan peran sebagai pemain kemudian tanggung jawab di luar lapangan. Fokus saya kekal memberikan yang terbaik pada setiap pertandingan,” katanya.
Sindhu akan tampil di dalam stadion sendiri BWF World Tour Super 750 India Open 2026. Ia dijadwalkan menghadapi delegasi Vietnam Nguyen Thuy Linh pada putaran pertama di dalam Indira Gandhi Sports Complex, New Delhi, Rabu (14/1).
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI pada platform web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.



