Sepak bola

Alvaro Arbeloa sebut skuad Real Madrid punya kualitas untuk bangkit

Ibukota Indonesia – Pelatih kepala baru Real Madrid, Alvaro Arbeloa menyatakan keyakinannya bahwa skuad Los Blancos memiliki kualitas juga mental juara untuk bangkit.

Penunjukan Arbeloa sekaligus menegaskan dimulainya lembaran baru setelahnya musim sulit ke bawah kepemimpinan Xabi Alonso.

“Kami semua telah terjadi mengamati pertandingan-pertandingan terakhir dan juga bisnis besar yang ditunjukkan para pemain di final Piala Super Spanyol,” ujar Arbeloa yang mana dilansir dari laman resmi klub pada Rabu.

“Kami mempunyai skuad yang hebat, dengan penggawa yang mana siap menghadapi apa pun. Ada pemain dalam di lokasi ini yang digunakan telah terjadi mengungguli enam Kejuaraan Champions, juga seolah itu cepat dilupakan. Hal itulah yang tersebut menimbulkan Real Madrid berubah menjadi klub terbaik di sejarah.”

Arbeloa ditunjuk sebagai perwakilan Xabi Alonso pada Hari Senin (12/1), sehari pasca Real Madrid kalah 2-3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol yang dimaksud diselenggarakan di dalam Jeddah, Arab Saudi.

Xabi Alonso sendiri berada pada tekanan pasca performa Madrid menurunkan ke akhir 2025. Meski demikian, Los Blancos sempat mencatatkan lima kemenangan beruntun sebelum kalah di final Supercopa.

Sebelumnya, Arbeloa menangani grup cadangan Madrid, Castilla. Dia juga mengungkapkan bahwa Madrid miliki pemain akademi terbaik di dalam planet kemudian siap bermain di dalam regu utama.

"Kami miliki akademi terbaik pada dunia. Pemain lulusan akademi Real Madrid tersebar pada seluruh dunia. Mereka miliki potensi besar tampil di kelompok utama selama saya bermetamorfosis menjadi pelatih," ucapnya.

Kini, Arbeloa mengambil alih dengan potensi meraih tiga trofi musim ini: Turnamen Spanyol, Turnamen Champions, serta Piala Raja (Copa del Rey)

Arbeloa miliki ikatan kuat dengan Real Madrid. Dia menimba ilmu dalam akademi klub sebelum bergabung dengan Liverpool pada 2007, ke mana ia bermain bersatu Xabi Alonso.

Arbeloa kemudian kembali ke Madrid pada 2009 lalu bermetamorfosis menjadi bagian penting skuad dalam era kepelatihan Jose Mourinho.

Pelatih berusia 43 tahun itu mengungkapkan bahwa ia sempat berbicara dengan Alonso sebelum resmi menerima jabatan baru tersebut.

Arbeloa menegaskan hubungan persahabatannya dengan Alonso permanen terjaga, tetapi enggan membeberkan isi pembicaraan merekan terkait permasalahan kelompok musim ini.

Sepanjang musim ini, Real Madrid menelan sebagian kekalahan penting, termasuk dari Liverpool juga Manchester City di dalam Kompetisi Champions, dan juga Atletico Madrid juga Celta Vigo dalam Kejuaraan Spanyol.

Kemenangan melawan Barcelona pada El-Clasico pada Oktober setelah itu pun diwarnai insiden dengan Vinicius Junior.

Arbeloa menegaskan bahwa kedatangannya menghadirkan semangat baru bagi seluruh pemain. Dia juga menyatakan antusiasmenya bekerja dengan Vinícius Junior, yang dinilainya tampil impresif di final Piala Super Spanyol.

"Semua pemain memulai dari nol dengan saya. Hal ini adalah awal yang baru untuk semua,” tegasnya.

Terkait masa depannya, Arbeloa bukan menyebutkan durasi kontraknya. Dia hanya saja menegaskan akan bertahan selama Real Madrid masih menginginkannya.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di dalam laman web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles

Back to top button