olahragaSepak bola

Tanpa Striker Murni, Barcelona Ternyata Tetap Ganas di Area Penalti

Nagabolanews- Barcelona mengawali perjuangan mempertahankan gelar La Liga 2026-27 dengan kemenangan telak 5-0 atas Elche di Estadio Martinez Valero, Senin (24/8/2026) dini hari WIB. Hasil tersebut membuat eksperimen Hansi Flick di lini depan berjalan jauh lebih baik daripada perkiraan.

Barcelona tampil dengan susunan pemain yang cukup eksperimental karena belum memiliki penyerang tengah berpengalaman. Raphinha dimainkan sebagai nomor 9, sedangkan Karim Adeyemi mengisi sisi kiri sebelum Anthony Gordon masuk dan mengambil peran di tengah.

Keputusan tersebut justru menghasilkan lima gol tanpa balas. Raphinha mencetak dua gol, Adeyemi mencatatkan gol pada debutnya, sementara Fermin Lopez juga membukukan dua gol untuk melengkapi kemenangan Barcelona.

Raphinha Buktikan Bisa Jadi Nomor 9

Raphinha Buktikan Bisa Jadi Nomor 9

Flick memberikan tugas tidak biasa kepada Raphinha dengan menempatkannya sebagai penyerang tengah sejak awal pertandingan. Pemain asal Brasil itu mampu menjalankan peran tersebut dengan baik dan membuka keunggulan melalui penalti pada menit ke-15.

Raphinha juga menjadi kreator untuk gol Adeyemi melalui umpan terobosan yang membuka ruang bagi pemain asal Jerman tersebut. Namun, performanya semakin efektif setelah kembali ke sisi kanan dan mencetak gol kedua hanya dua menit setelah perpindahan posisi.

Situasi itu memberikan Flick opsi menarik ketika harus menentukan komposisi lini depan. Barcelona tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kehadiran striker murni untuk tampil ganas di area penalti.

Gordon Beri Jawaban Lebih Meyakinkan

Gordon Beri Jawaban Lebih Meyakinkan

Anthony Gordon masuk pada menit ke-65 dan langsung memberikan pengaruh besar di lini depan. Pemain yang didatangkan dari Newcastle dengan nilai transfer 80 juta euro (sekitar Rp1,65 triliun) itu mencatatkan dua assist dalam waktu kurang dari enam menit.

Assist pertamanya membantu Raphinha mencetak gol kedua sebelum umpan berikutnya memberikan peluang mudah kepada Fermin Lopez. Performa tersebut menunjukkan bahwa Gordon juga mampu menjalankan tugas sebagai penyerang tengah meski posisi alaminya adalah winger.

Kedalaman di sektor sayap memang menjadi salah satu alasan Barcelona merekrut Gordon. Namun, kemampuan pemain Timnas Inggris itu mengisi posisi sentral dapat memberikan Flick fleksibilitas tambahan sepanjang musim.

Masih Perlu Striker Baru?

Masih Perlu Striker Baru?

Barcelona sebelumnya tampak memiliki kebutuhan mendesak untuk mendatangkan striker setelah kepergian Ferran Torres dan Robert Lewandowski. Negosiasi yang gagal dengan Julian Alvarez dari Atletico Madrid juga membuat pilihan di posisi tersebut semakin terbatas.

Namun, kemenangan 5-0 atas Elche memberikan perspektif berbeda mengenai kebutuhan tersebut. Raphinha dan Gordon mampu menjalankan peran nomor 9, sedangkan Adeyemi, Lamine Yamal, dan Fermin Lopez turut memberikan ancaman dari berbagai area.

Adeyemi sendiri didatangkan dari Borussia Dortmund dengan nilai awal 22 juta euro (sekitar Rp454,5 miliar) sebelum tambahan klausul. Oleh karena itu, Barcelona mungkin tidak perlu terburu-buru mengeluarkan dana besar untuk striker baru sebelum bursa transfer ditutup pada 1 September.

Tetap saja, satu pertandingan belum cukup menjadi dasar untuk menghapus kebutuhan tersebut sepenuhnya. Barcelona masih memiliki musim panjang dan lawan dengan kualitas lebih tinggi akan menguji apakah eksperimen Flick di lini depan benar-benar mampu bertahan.

Related Articles

Back to top button