Bagi Negeri Paman Sam Roma, Sassuolo memiliki kemungkinan berubah jadi lawan berbahaya

DKI Jakarta – Instruktur Negeri Paman Sam Roma Gian Piero Gasperini mengatakan apabila Sassuolo berpotensi berubah menjadi lawan yang berbahaya mendekati pertarungan kedua pasukan pada lanjutan Kejuaraan Italia 2025/2026 di dalam Stadion Olimpiade Roma, Mingguan (11/1) dini hari WIB.
"Besok adalah pertandingan yang dimaksud berbahaya. Sassuolo menjalani musim yang tersebut bagus, meskipun mereka baru kalah dari Juventus pada laga sebelumnya (dengan skor 3-0, red)," ujar Gasperini dikutipkan dari laman resmi Amerika Serikat Roma.
Sassuolo, yang dimaksud diperkuat kapten grup nasional Tanah Air Jay Idzes, berstatus sebagai regu pemasaran yang tampil menggigit di Kompetisi Italia musim ini. Saat ini, mereka itu berada pada peringkat ke-11 klasemen sementara dengan 23 poin dari 19 pertandingan.
Di liga, Sassuolo sudah ada menaklukkan regu yang mana ke berhadapan dengan kertas lebih lanjut tangguh dari merekan seperti Atalanta (3-0) kemudian Lazio (1-0), dan juga menahan imbang AC Milan 2-2.
Sementara Roma pada saat ini berstatus sebagai grup peringkat lima klasemen sementara liga dengan 36 poin dari 19 pertandingan. Tim ibu kota Italia itu berupaya menaklukkan Sassuolo demi kembali ke zona Turnamen Champions UEFA.
AS Roma pun masih mempunyai kesempatan untuk menjuarai Kejuaraan Italia musim ini. Di klasemen, Roma cuma berjarak enam poin dari pemuncak klasemen, Inter Milan.
Untuk itu, Gasperini memohonkan anak-anak asuhnya untuk mendapatkan hasil maksimal pada setiap pertandingan. Roma juga ingin meneruskan tren kemenangan pada liga setelahnya sebelumnya, Rabu (7/1) dini hari WIB, mereka itu menumbangkan Lecce dengan skor 2-0.
"Kami menang, terlepas dari absennya beberapa orang pemain. Itu menunjukkan para pemain berlatih dengan baik lalu penuh antusiasme. Para pemain kami selalu mengetahui bagaimana merespons dengan cara yang tersebut tepat," kata Gasperini.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan ke web web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.



