Sepak bola

Garnacho nilai Chelsea masih berpeluang besar ke final Piala Kompetisi

DKI Jakarta – Pemain Chelsea Alejandro Garnacho memandang timnya masih berpeluang besar ke final Piala Kejuaraan meskipun baru hanya kalah 2-3 dari Arsenal pada laga semifinal sisi pertama dalam Stamford Bridge, Kamis WIB.

Ia menafsirkan The Blues masih punya kesempatan lantaran hanya sekali kalah satu gol, sehingga apapun masih mampu terjadi pada seri kedua yang diselenggarakan di dalam Stadion Emirates pada 4 Februari mendatang.

“Setiap penyerang ingin mencetak gol, tetapi tugas saya adalah mencoba membantu tim. Saya mencoba hari ini, dan juga itu belum cukup, tetapi ini belum berakhir. Pertandingannya masih terbuka, hanya sekali selisih satu gol," kata Garnacho, diambil dari laman resmi Chelsea, Kamis.

“Kami tahu betapa sulitnya bermain di dalam Emirates, tetapi kami tahu kelompok yang kami miliki, juga kami tahu apa yang digunakan bisa saja kami lakukan. Kami harus pergi ke sana juga memberikan segalanya," tambah dia.

Garnacho mencetak dua gol pada pertandingan itu, namun dua gol itu tak cukup pasca Arsenal mencetak tiga gol melalui gol Ben White (7'), Viktor Gyokeres (49'), dan juga Martin Zubimendi (71').

Mantan pemain Manchester United (MU) tampil apik pasca dimainkan pada menit ke-53 menggantikan Marc Guiu. Ia belaka membutuhkan empat menit untuk mencatatkan namanya di papan skor pada waktu memanfaatkan umpan Pedro Neto.

Garnacho kemudian mencetak gol keduanya pada menit ke-83 untuk memperkecil skor menjadi 2-3 melalui tendangan voli yang membobol gawang Kepa Arrizabalaga.

Soal dua gol yang digunakan beliau cetak dari bangku cadangan, pemain dengan syarat Argentina itu mengungkapkan bahwa setiap menit yang tersebut masuk lapangan harus memberikan yang digunakan terbaik, baik sebagai starter atau sebagai pemain pengganti.

“Para pemain dalam bangku cadangan serupa pentingnya dengan para pemain di starting XI, serta saya hanya saja mencoba melakukan yang dimaksud terbaik. Saya pikir kami masih berada pada persaingan, juga kami akan mencoba segalanya. Saya pada di lokasi ini untuk mencoba melakukan yang dimaksud terbaik," ucap dia.

“Kami terus-menerus mencoba mengungguli pertandingan, dan juga itu memproduksi frustrasi saat Anda bukan memenangkannya. Kami memulai sedikit lambat, tetapi di dalam sesi kedua kami sangat jauh lebih lanjut baik. Sekarang kami harus mencoba segalanya di dalam putaran kedua," tambah dia.

Lebih lanjut, ketika diminta komentarnya terkait bagaimana sosok pembimbing baru, Liam Rosenior, ia mengatakan, “Dia khalayak yang digunakan baik".

“Dia mengubah beberapa hal, tetapi kami masih kelompok yang dimaksud mirip dan juga grup yang sama. Kami semua bersama-sama," tutup dia.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI dalam portal web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles

Back to top button