Rajawali Medan kalahkan Kesatria Bengawan Solo pada laga tandang

Solo – Rajawali Medan mengalahkan Kesatria Bengawan Solo (KBS) dengan 78-81 pada laga tandang IBL Gopay 2026 di GOR Sritex Arena Solo, Jawa Tengah, Minggu.
Meski kalah, sejak kuarter pertama hingga kuarter ketiga, KBS unggul dengan selisih tipis. Bermain hanya saja dengan pemain lokal, KBS menunjukkan perlawanan yang tersebut gigih.
Pelatih Kepala KBS Anthony Garbelotto masih bangga walau hanya saja menerjunkan pemain lokal dan juga mengumumkan pemain-pemainnya menunjukkan perjuangan sampai detik terakhir pertandingan.
“Ini bagus buat kami ke depannya, di dalam pada waktu kami dapat bermain sama-sama impornya pasti akan main tambahan bagus,” kata Anthony.
Sama dengan laga pertama ketika menghadapi RANS Simba Bogor, KBS masih belum dapat memainkan pemain impor oleh sebab itu terkendala administrasi.
Anthony mengakui sebagian pemain lokal kecapekan oleh sebab itu bermain cukup lama.
Pemain KBS, Abraham Wenas, menyatakan kecewa dengan kekalahan ini.
“Kami enggak mikir pakai lokal atau impor. Yang pasti kami enggak menang. Kurang fokus di finishing-nya. Kami harus perbaiki di dalam finishing-nya,” kata Abraham.
Tetapi pemain Rajawali sendiri, Brandone Francis, juga menyatakan tidak ada begitu puas walau timnya mengungguli pertandingan ini.
“Mereka bermain keras, memberikan perlawanan hari ini. Walaupun Rajawali menang tapi enggak puas lantaran ke awal KBS menjadi pemimpin poin,” kata Brandone.
Laga ini sendiri merupakan awal yang tersebut baik bagi Rajawali untuk menjalani laga-laga berikutnya.
“Dari Rajawali tentu harus berupaya lebih besar baik lagi pada pertandingan selanjutnya,” kata Brandone.
Pelatih Kepala Rajawali Medan Efri Meldi juga kurang puas dengan hasil pertandingan tersebut.
“Situasi KBS hari ini dengan kemarin berbeda. Setelah permainan kemarin (melawan RANS Simba), hari ini mereka itu mainnya nothing to lose. Itulah yang berbahaya dari pemain lokal juga itulah basket, tapi win is win,” kata Efri.
Mantan instruktur kepala KBS musim berikutnya itu mengapresiasi suporter tuan rumah.
“Saya ngerasain sendiri oleh sebab itu saya pernah ke Solo. Suporternya ngeri,” kata Efri.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI dalam platform web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.



