Sepak bola

Real Madrid jadi yang tersebut terdepan untuk dapatkan Nico Schlotterbeck

DKI Jakarta – Klub Kejuaraan Spanyol Real Madrid menjadi yang digunakan terdepan untuk mendapatkan pemain bertahan Nico Schlotterbeck dari klub Turnamen Jerman Borussia Dortmund pada bursa pengiriman pemain musim dingin ini.

Dikutip dari Football Espana, Jumat, Real Madrid dilaporkan bermetamorfosis menjadi yang digunakan terdepan dikarenakan berada dalam mencari bek sedang baru juga Schlotterbeck berubah menjadi salah satu incaran mereka.

Real Madrid memiliki kemampuan untuk mengeluarkan biaya pemindahan yang diinginkan Borussia Dortmund dan juga Schlotterbeck dipercaya menyambut baik kesempatan untuk bergabung dengan Los Blancos.

Schlotterbeck dilaporkan tiada akan menunda kontraknya juga Borussia Dortmund siap melepas pemain berusia 26 tahun tersebut.

Dikabarkan Borussia Dortmund enggan menerima biaya pemindahan ke bawah 50 jt euro atau sekira Rp979 miliar untuk Schlotterbeck pada musim panas mendatang.

Selain Real Madrid, dikabarkan dua klub besar Eropa lainnya seperti Bayern Muenchen serta Barcelona juga sempat mempunyai ketertarikan untuk mendatangkan pemain berkebangsaan Jerman tersebut.

Meskipun begitu, Bayern Muenchen mengejutkan diri dari perburuan Schlotterbeck oleh sebab itu mereka telah hampir merampungkan kontrak baru untuk bek Dayot Upamecano.

Bayern Muenchen masih membuka kemungkinan untuk memboyong Schlotterbeck, namun itu baru dapat berjalan pada musim panas 2027 saat kontrak pemain yang dimaksud bersatu Borussia Dortmund habis.

Sementara itu, Barcelona sempat mempunyai keinginan untuk mendaratkan Schlotterbeck, namun biaya transaksi yang digunakan membesar akan bermetamorfosis menjadi tembok penghalang bagi Blaugrana.

Pada musim 2025/2026, Schlotterbeck sudah tampil sebanyak-banyaknya 18 pertandingan bersatu Borussia Dortmund di berubah-ubah event kemudian menyumbangkan satu gol juga dua assist dari total 1.580 menit bermain.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI ke laman web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles

Back to top button