Blog

Bernardo Tavares Jadi Satu-Satunya Pelatih Berstatus Juara di BRI Super League 2026/2027

BRI Super League 2025/26: Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares (c) ileague.id

BRI Super League 2026/2027 menghadirkan komposisi pelatih yang segar, namun dengan catatan unik: hanya satu dari 18 arsitek yang pernah merasakan gelar di Indonesia. Nama itu adalah Bernardo Tavares.

Juru taktik asal Portugal tersebut mengangkat trofi bersama PSM Makassar pada Liga 1 2022/2023 dan kini memulai babak baru bersama Persebaya Surabaya. Di luar Tavares, tidak ada pelatih lain musim ini yang memiliki status kampiun domestik.

Para pelatih tersukses justru tidak lagi berada di kursi pelatih kepala. Bojan Hodak, peraih tiga gelar beruntun bersama

Persib Bandung, kini menjabat Technical Advisor. Sementara Stefano Cugurra (Teco), kolektor tiga gelar lainnya, tidak beredar di kasta tertinggi.

Situasi ini membuka ruang bagi nama-nama debutan seperti Shin Tae-yong, Igor Tolic, hingga Oscar Bruzon untuk unjuk kekuatan. Mampukah mereka menjadi penantang gelar pada musim ini?

Satu-Satunya Juara di Antara 18 Pelatih

Bernardo Tavares menjadi satu-satunya pelatih peserta BRI Super League 2026/2027 yang pernah mengangkat trofi di Indonesia. Ia membawa PSM Makassar juara Liga 1 2022/2023 sebelum kini mengambil alih komando di Persebaya Surabaya.

Konstelasi musim ini membuat Tavares berdiri sendirian dalam hal pengalaman meraih gelar domestik. Dari total 18 pelatih yang berkompetisi, tidak ada nama lain yang telah menorehkan capaian serupa di tanah air.

Kehadiran Tavares dengan rekam jejak juara menjadi salah satu variabel penting dalam peta persaingan. Persebaya, sebagai klub barunya, akan menjadi wadah untuk menerjemahkan pengalaman tersebut ke dalam kompetisi kasta tertinggi.

Bojan Hodak dan Absennya Pelatih Tersukses

Xavi Hernandez saat menghadiri acara undian Piala Dunia 2026 di Kennedy Center, Washington, 4 Desember 2025. (c) AP Photo/Chris Carlson

Kompetisi musim 2026/2027 berlangsung tanpa kehadiran pelatih tersukses di kursi pelatih kepala. Bojan Hodak, yang menorehkan tiga gelar beruntun bersama Persib Bandung pada 2023/2024, 2024/2025, dan Super League 2025/2026, tidak lagi memimpin dari tepi lapangan.

Usai rangkaian sukses tersebut, Hodak meninggalkan jabatan pelatih kepala dan kini bertugas sebagai Technical Advisor alias penasihat teknik Persib untuk musim 2026/2027. Posisi pelatih kepala diambil alih oleh Igor Tolic, yang sebelumnya merupakan asisten pelatih.

Absennya Hodak sebagai pelatih kepala menegaskan perubahan lanskap di BRI Super League. Label pelatih tersukses tidak berada di bangku teknis, sehingga peta persaingan musim ini ditentukan oleh sosok-sosok baru yang naik ke panggung utama.

Jejak Teco dan Nama Berpengalaman Lain

Selain Hodak, Stefano Cugurra (Teco) juga memiliki koleksi tiga gelar selama berkarier di Indonesia. Ia mempersembahkan gelar Liga 1 2018 untuk Persija Jakarta, lalu dua trofi untuk Bali United pada 2019 dan 2021/2022.

Saat ini Teco tidak berada di kasta tertinggi. Pelatih berusia 52 tahun itu terakhir menukangi Barito Putera di kasta kedua pada musim 2025/2026, namun gagal membawa Laskar Antasari promosi ke level teratas.

Dengan demikian, hanya Tavares yang hadir musim ini sebagai pelatih peserta yang pernah merasakan manisnya gelar. Di sisi lain, daftar pelatih berpengalaman dengan trofi berada di luar panggung utama BRI Super League 2026/2027.

Daftar Pelatih Juara Sejak Era ISL hingga Super League

Rekam jejak pelatih juara di Indonesia merentang dari era Indonesia Super League (ISL) hingga Super League saat ini. Beberapa musim memiliki catatan khusus, termasuk kompetisi yang tidak digelar atau dibatalkan.

Di antaranya, ISL 2015 tidak digelar karena sanksi FIFA, sementara Liga 1 2020 dibatalkan akibat Covid-19. Selebihnya, daftar di bawah merangkum para peraih gelar dan klubnya pada setiap musim.

Rangkumannya memperlihatkan tiga gelar milik Stefano Cugurra dan tiga gelar beruntun milik Bojan Hodak, serta satu gelar yang dipersembahkan Bernardo Tavares untuk PSM Makassar pada 2022/2023.

  • ISL 2011/2012: Sriwijaya FC (Rahmad Darmawan)
  • ISL 2013: Persipura Jayapura (Jacksen Tiago)
  • ISL 2014: Persib Bandung (Djadjang Nurdjaman)
  • ISL 2015: Kompetisi tidak digelar karena sanksi FIFA
  • Liga 1 2017: Bhayangkara FC (Simon McMenemy)
  • Liga 1 2018: Persija Jakarta (Stefano Cugurra)
  • Liga 1 2019: Bali United (Stefano Cugurra)
  • Liga 1 2020: Dibatalkan karena Covid-19
  • Liga 1 2021/2022: Bali United (Stefano Cugurra)
  • Liga 1 2022/2023: PSM Makassar (Bernardo Tavares)
  • Liga 1 2023/2024: Persib Bandung (Bojan Hodak)
  • Liga 1 2024/2025: Persib Bandung (Bojan Hodak)
  • Super League 2025/2026: Persib Bandung (Bojan Hodak)

Catatan: Sejak era Indonesia Super League (ISL), Liga 1, hingga Super League.

Related Articles

Back to top button